Resensi Buku – Satria November

Judul buku : Satria November
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2009
Tebal buku : 248 halaman
Warna cover : Hijau
Harga buku : Rp 33.000,00

Mima tidak pernah menyangka hidupnya yang tenang dan tentram selama ini terusik karena kedatangan Inov, anak sahabat mamanya yang dititipkan pada keluarganya. Sikap Mima yang kritis mulanya menolak kedatangan Inov di rumahnya. Alasan utamanya, karena Inov mantan pengguna narkoba walaupun baru saja keluar dari panti rehabilitasi. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena mamanya tidak tega menolak permohonan sahabatnya. Mima memutuskan tidak peduli pada penghuni baru rumahnya itu. Namun setelah ia mengetahui rahasia kelam Inov, mau tidak mau Mima jadi repot juga karena harus menyembunyikannya dari keluarganya dan juga Bunda Inov.

Kisahnya terkesan biasa-biasa saja, dengan kisah khas remaja. Namun penyampaiannya begitu mempesona dengan kata-kata dan kalimat yang konyol dan kocak. Kita kan menemukan diri kita tersenyum simpul bahkan terbahak saat membacanya. Ceritanya juga mengandung pelajaran untuk para remaja khususnya agar menjauhi narkoba, karena tidak ada hal positif yang kita dapatkan dari benda terkutuk tersebut.

Kehadiran Inov dalam kehidupan Mima, terutama karena Inov disekolahkan di sekolah yang sama dengan Mima, membuat usahanya untuk bisa lebih dekat dengan Gian terganggu. Gian yang juga naksir Mima mengira kalau di antara Mima dan Inov ada hubungan khusus, sehingga hubungan mereka nggak ada kemajuan. Belum lagi Mima harus membantu Inov yang ternyata masih dikejar-kejar oleh kaki tangan bandar narkoba yang dulu jadi komplotan Inov sebelum Inov masuk panti rehabilitasi. Inov tetap mendapat paket narkoba dan harus menyetor uang kepada bandar walau ia sudah tidak mengkonsumsi narkoba lagi. Rahasia Inov yang harus dijaga Mima bertambah setelah mereka tahu kalau Inov mengidap infeksi paru-paru.

Namun tak selamanya rahasia yang mereka jaga dapat tersimpan rapat. Kondisi kesehatan Inov yang semakin memburuk serta kematian tragis mantan pacar Inov, Safira, karena overdosis membuat rahasia mereka hampir terbongkar. Hingga suatu saat, rahasia yang mereka simpan rapat terbongkar. Namun Mima juga tidak mau Inov terus dikejar kaki tangan bandar narkoba, sehingga ia nekat menjebak mereka dan akhirnya bisa ditangani oleh polisi. Hingga tiba saatnya perpisahan saat Inov harus pergi ke Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut untuk menyembuhkan penyakitnya. Mima yang awalnya tidak menyukai Inov merasa kehilangan. Namun sebelum pergi ternyata Inov telah mempersiapkan kejutan istimewa untuk Mima, mengatur kencan untuk Mima dan Gian. Di bioskop Gian memberikan surat pengakuan dari Inov untuk Mima. Mima membacanya dan tersenyum bercampur sebal.

Dengan bahasa yang mampu mengocok perut pembacanya, penulis mengajak kita untuk menjauhkan diri dari narkoba tidak dengan kesan menggurui. Akhir cerita yang menggantung tidak mengurangi hal positif yang disampaikan. Novel ini mengajarkan kita bahwa kita bisa mengubah diri kita menjadi orang yang lebih baik dengan berbagai cara yang kita pilih, karena setiap manusia mempunyai pilihan. Selamat membaca dan semoga terhibur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s