Hak Asasi Manusia

BAB I
PENDAHULUAN

Dewasa ini, hak asasi manusia telah menjadi isu internsional yang banyak diserukan oleh berbagai lembaga baik nasional maupun internasional. Hak asasi manusia yang merupakan hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia memang sudah seharusnya diperjuangkan. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang boleh dilanggar hak asasinya masing-masing.
Di masa sekarang, perlindungan dan jaminan terhadap hak asasi manusia lebih diperhatikan dibandingkan masa-masa sebelumnya walaupun hak asasi manusia sudah ada sejak jaman dahulu. Kesadaran masyarakat dunia tentang hak asasi manusia terus meningkat dan mereka mengecam segala bentuk tindakan yang melanggar hak asasi manusia.
Di Indonesia, banyak terjadi pelanggaran hak asasi manusia baik yang ringan maupun yang berat. Sebagian pelanggaran tersebut, sampai saat ini belum terselesaikan. Bahkan, banyak di antaranya yang dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian. Hal ini jelas merugikan bagi pihak korban pelanggaran hak asasi manusia tersebut.
Masalah pendidikan merupakan salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang masih belum terselesaikan hingga saat ini. Di era serba modern ini, pendidikan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan peradaban manusia. Oleh karena itu, permasalahan ini perlu mendapatkan penyelesaian agar setiap individu dapat terpenuhi haknya dalam hal pendidikan dan pengajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Hak Asasi Manusia
Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya. Hak tersebut melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.
Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.

2. Perkembangan Hak Asasi Manusia
Awal perkembangan hak asasi manusia dimulai tatkala ditandatanganinya Magna Charta (1215) oleh Raja John Lackland. Kemudian juga penandatanganan Petition of Right (1628) oleh Raja Charles I. Setelah itu perjuangan yang lebih nyata pada penandatanganan Bill of Right oleh Raja Willem III pada tahun 1689, sebagai hasil dari pergolakan politik yang dahsyat yang disebut The Glorious Revolution. Perkembangan selanjutnya diperngaruhi oleh pemikiran filsuf Inggris, John Locke, yang berpendapat bahwa manusia tidaklah secara absolut menyerahkan hak-hak individunya kepada penguasa. Hak-hak yang diserahkan kepada penguasa adalah hak-hak yang berkaitan dengan perjanjian tentang Negara, adapun hak-hak lainnya tetap berada pada masing-masing individu (Kaelan, 2007 : 100).
Puncak perkembangan perjuangan hak-hak asasi manusia tersebut yaitu ketika “Human Right” untuk pertama kalinya dirumuskan secara resmi dalam “Declaration of Independence” Amerika Serikat pada tahun 1776. Dalam deklarasi Amerika Serikat tertanggal 4 Juli 1776 tersebut dinyatakan bahwa seluruh umat manusia dikaruniai Tuhan Yang Maha Esa beberapa hak yang tetap dan melekat padanya. Perjuangan hak asai manusia sebenarnya telah diawali di Prancis yang memuncak dalam revolusi Prancis, yang berhasil menetapkan hak-hak asasi manusia dalam “Declaration des Droits L’Homme et du Citoyen” yang ditetapkan oleh Assemblee Nationale, pada 26 Agustus 1789. Semboyan revolusi Prancis yang terkenal yaitu : (1) liberte (kemerdekaan), (2) egalite (kesamarataan), (3) fraternite (persaudaraan).
Pada permulaan abad ke-20, Franklin D. Roosevelt mengembangkan empat macam hak-hak asasi yang dikenal dengan “The Four Freedom” : (1) Freedom of Speech, yaitu kebebasan untuk berbicara dan mengemukakan pendapat, (2) Freedom of Religion, yaitu kebebasan beragama, (3) Freedom from Fear, yaitu kebebasan dari rasa takut, dan (4) Freedom from Want, kebebasan dari kemelaratan.
Kemudian pada tahun 1946, PBB membentuk Komisi Hak-hak Manusia yang membahas hak-hak politik, social, dan ekonomi. Pada tanggal 10 Desember 148, disahkanlah Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia).
3. Jenis – jenis Hak Asasi Manusia
Jenis-jenis hak asasi manusia yang tercantum dalam Universal Declaration of Human Rights 1948 Perserikatan Bangsa-bangsa adalah sebagai berikut :
1. Hak asasi pribadi / Personal Right
– Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pindah tempat (pasal 13 ayat 1).
– Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat (pasal 19).
– Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan (pasal 20).
– Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing (pasal 18).
2. Hak asasi politik / Political Right
– Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan (pasal 21 ayat 1).
– Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan (pasal 21 ayat 2).
– Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
3. Hak asasi hukum / Legal Equality Right
– Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (pasal 10).
– Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum (pasal 7).
4. Hak asasi Ekonomi / Property Rigths
– Hak kebebasan melaksanakan ha-hak ekonomi (pasal 22).
– Hak kebebasan untuk memiliki sesuatu (pasal 17).
– Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak (pasal 23).
5. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
– Hak atas pengadilan yang efektif (pasal 8).
– Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum
6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right
– Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan (pasal 26 ayat 2 dan 3).
– Hak mendapatkan pengajaran (pasal 26 ayat 1).
– Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat (pasal 27).

4. Hak Asasi Manusia di Indonesia
Di Indonsia, hak asasi manusia juga tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945, yaitu Bab XA tentang Hak Asasi Manusia pasal 28A-28J. Berdasarkan pada tujuan negara kita yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea keempat, negara menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia pada warganya, terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah, antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang sosial, politik, budaya, pendidikan, dan agama.
Pada awal Orde Baru salah satu tujuan pemerintah adalah melaksanakan hak-hak asasi yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 dan berusaha melengkapinya. Tugas tersebut ditangani oleh sebuah panitia MPRS yang kemudian menyusun Rancangan Piagam Hak-hak Asasi Manusia serta hak-hak dan kewajiban warga negara yang dibahas pada sidang MPRS tahun 1968. Namun hal ini dihentikan karena menemuijalan buntu dan mulai dibahas kembali pada awal reformasi dalam sidang istimewa MPR tahun 1998 yang menghasilkan ketetapan berisi piagam Hak Asasi Manusia, yaitu Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia (Hassan Suryono, dkk., 2007:109).
Jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana yang terkandung dalam Undang-undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia tersebut, menjadi semakin efektif dengan diwujudkannya Undang-undang Republik Indonesia No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Undang-undang No.39 tahun 1999 tersebut terdiri dari 105 pasal yang meliputi berbagai macam hukum tentang hak asasi, perlindungan hak asasi, pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta Komnas HAM yang merupakan lembaga pelaksanaan atas perlindungan hak-hak asasi manusia. Ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi diatur dalam Undang-undang No.9 tahun 1999 (Kaelan, 2007:107-108).

5. Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini, dan tidak didapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang berlaku (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM).
Salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang menjadi salah satu permasalah di negeri ini adalah dalam hal pendidikan. Pendidikan di Indonesia kurang merata, karena banyak rakyat miskin di Indonesia yang tidak dapat bersekolah. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain ketidakmampuan mereka membayar iuran atau membeli buku-buku pelajaran.
Walaupun pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk pendidikan dan diadakan juga program BOS (Bantuan Operasional Sekolah), namun banyak sekolah yang masih membebankan kepada orang tua siswa sejumlah biaya yang harus dibayarkan. Hal tersebut jelas melanggar Universal Declaration of Human Rights 1948 Perserikatan Bangsa-bangsa pasal 26 ayat 1 yang berbunyi, “Setiap orang berhak mendapat pengajaran. Pengajaran harus dengan percuma, setidak-tidaknya dalam tingkat rendah, dan tingkat dasar. Pengajaran sekolah rendah diwajibkan…”
Tidak dapatnya masyarakat miskin memperoleh pendidikan juga melanggar Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28 C ayat 1 yang berbunyi, “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.”
Selain masalah biaya, faktor pemerataan penduduk juga menjadi masalah yang berimbas pada pendidikan di Indonesia. Di daerah-daerah pedalaman yang terpencil, jarang sekali ditemukan sekolah, terutama sekolah dasar yang diperuntukkan bagi masyarakat di daerah tersebut. Padahal masyarakat butuh pendidikan untuk meningkatkan derajat hidup mereka agar tidak menjadi bangsa yang terbelakang atau tertinggal. Dengan akses yang sulit dijangkau, tanpa pendidikan mereka akan semakin tertinggal dan tidak bisa menjadi bangsa yang maju.
Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama bahwa perlindungan terhadap hak asasi manusia, dalam hal ini hak mendapatkan pendidikan, perlu diperhatikan dan diselesaikan dengan tepat. Permasalahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita sebagai warga negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama guna meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di negeri ini, sehingga setiap orang dapat mengenyam pendidikan sesuai dengan hak asasi masing-masing.

    BAB III
    KESIMPULAN DAN SARAN

    I. Kesimpulan
    Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang pasti dimiliki oleh setiap orang dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun. Sebagai manusia yang bermartabat, sudah seharusnya kita menjunjung tinggi hak asasi manusia. Setiap orang ingin agar hak-hak asasinya terpenuhi, sehingga sudah seharusnya kita tidak melanggar hak asasi orang lain.
    Perkembangan hak asasi manusia di dunia diawali dengan ditandatanginya Magna Charta pada tahun 1215, Petition of Right pada tahun 1628, dan Bill of Right pada tahun 1689. Puncak perjuangan perkembangan hak asasi manusia ketika “Human Right” dirumuskan secara resmi dalam “Declaration of Independence” Amerika Serikat pada tahun 1776.
    Perjuangan hak asai manusia sebenarnya telah diawali di Prancis yang menetapkan hak-hak asasi manusia dalam “Declaration des Droits L’Homme et du Citoyen” yang ditetapkan oleh Assemblee Nationale, pada 26 Agustus 1789. Franklin D. Roosevelt mengembangkan empat “The Four Freedom” yang menjadi inspirasi bagi pngembangan Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia).
    Jenis-jenis hak asasi manusia tercantum dalam Universal Declaration of Human Rights 1948 Perserikatan Bangsa-bangsa yang berlaku secara universal di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, peraturan tentang hak asasi manusia terdapat pada Undang-undang Dasar 1945, yaitu pada XA tentang Hak Asasi Manusia pasal 28A-28J. Selain di Undang-undang Dasar 1945, terdapat juga pada Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-undang Republik Indonesia No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-undang No.9 tahun 1999, dan UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM.
    Pelanggaran hak asasi manusia menjadi isu yang penting untuk dibahas di era global ini. Masih banyak pelanggaran hak asasi manusia yang belum terselesaikan dan menjadi kewajiban kita untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pendidikan adalah salah satunya. Hak asasi ini masih belum bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu. Sehingga pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama menyelesaikannya bersama.

    II. Saran
    Manusia sebagai makhluk yang berbudi luhur, wajib meningkatkan perlindungan hak asasi manusia agar setiap orang dapat terpenuhi hak-hak dasarnya. Kita harus memperjuangkan hak asasi kita tanpa melanggar hak asasi orang lain. Hak asasi orang lain juga wajib untuk kita hormati dan hargai sebagaimana kita menghargai hak asasi kita sendiri.
    Dalam hidup ini kita juga harus bisa menyelaraskan dan menyeimbangkan antara hak asasi kita dengan hak asasi orang lain. Jangan sampai dalam memperjuangkan hak asasi kita, kita justru melanggar hak asasi orang lain. Akan lebih adil jika kita saling menghargai hak asasi msing-masing individu.
    Perlindungan terhadap hak asasi manusia bukan hanya menjadi tugas bagi Komnas HAM, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai makhluk sosial. Sudah sepantasnya kita membela orang yang hak asasinya ditindas oleh orang lain. Karena hak asasi manusia merupakan hak yang pasti dimiliki oleh semua manusia sebagai mahkluk Tuhan.
    Perlunya penyelesaian dalam masalah pendidikan sebagai salah satu hak asasi manusia yang harus terpenuhi merupakan tanggung jawab kita bersama guna meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s