Menganalisis Kebiasaan Menyontek

Tanggapan Analisis Kebiasan Menyontek

Di Berbagai Negara

 


Berdasarkan jurnal ekonomi yang ditulis oleh Jan R. Magnus, Victor M. Polterovich, Dmitri L. Danilov, dan Aiexei V. Savvateev yang berjudul “Tolerance of Cheating: An Analysis Across Countries”, saya setuju bahwa menyontek adalah suatu bentuk kecurangan dalam dunia pendidikan yang merupakan masalah serius di berbagai negara. Menyontek merupakan salah satu bentuk ketidakjujuran yang jelas akan berdampak negatif dia saat sekarang dan yang akan datang. Menyontek juga merugikan kedua pihak. Pihak yang menyontek mungkin akan mendapat nilai yang lebih tinggi daripada yang pantas ia dapatkan, namun ia tidak mendapatkan ilmu karena hanya menyalin pekerjaan orang lain tanpa benar-benar memikirkannya. Sedangkan pihak yang disontek jelas dirugikan karena pekerjaannya ditiru oleh si penyontek. Si penyontek bisa saja mendapatkan nilai lebih tinggi daripada orang yang disonteknya, sehingga orang yang disontek itu merasa dirugikan.

Penulis jurnal tersebut tidak menjabarkan seberapa sering siswa menyontek, namun lebih kepada pendapat siswa tentang menyontek itu sendiri. Penulis meneliti tentang sikap terhadap si penyontek, orang yang disontek, dan informan yang melaporkan kecurangan tersebut. Dari data yang didapatkan oleh si penulis, sikap siswa terhadap kecurangan itu berbeda di keempat negara yang dijadikan obyek penelitian. Sikap siswa juga berbeda tergantung dari tingkat pendidikannya. Sebagian besar siswa membenci informan yang melaporkan tindakan menyontek. Semakin sering mereka menyontek, semakin toleran juga mereka terhadap perilaku menyontek tersebut.

Sudah semestinya dalam diri tiap siswa timbul kesadaran bahwa menyontek bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Selain tidak akan mendapatkan ilmu, risiko ketahuan juga besar. Tidak semua orang dapat menolerir tindakan kecurangan tersebut. Penyontek dan orang yang disontek bisa dihukum karena kecurangannya. Bila kecurangan itu terus dilakukan, maka di masa yang akan datang ia tidak akan merasa bersalah bila melakukan kecurangan karena sudah terbiasa melakukannya. Dalam jurnal disebutkan pula bahwa terdapat hubungan antara menyontek dengan korupsi. Menurut saya, orang yang sudah terbiasa menyontek tidak akan merasa bersalah jika melakukan kecurangan lain, misalnya saja korupsi.

Oleh karena itu, untuk mencegah hal-hal negatif di masa yang akan datang akibat kebiasaan bertindak curang, diperlukan kesadaran dari tiap individu bahwa menyontek termasuk perbuatan curang yang tidak patut dilakukan. Kecurangan seperti menyontek dapat mendistorsi persaingan, menurangi intensivitas siswa dalam belajar, dan mengarah ke evaluasi kemampuan siswa yang tidak akurat. Perlu ditanamkan pada diri setiap individu bahwa ketidakjujuran hanya akan membawa dampak buruk bagi pelakunya. Sehingga dengan kesadaran tersebut, diharapkan tindakan curang dapat diminimalisir.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s